Restaurant Cooking Equipment atau Peralatan Dapur Restoran Berbahan Stainless Steel

Peralatan memasak yang umum digunakan di restoran

Berkecimpung di dunia bisnis kuliner akan membawa tantangan tersendiri bagi seorang pelaku usaha. Selain peka terhadap permintaan pasar, seorang pelaku usaha juga harus dapat membaca peluang kuliner yang belum muncul di masyarakat. Untuk dapat membaca peluang tersebut seorang pelaku usaha harus banyak mencari informasi juga referensi dari banyak sumber sehingga memunculkan ide-ide baru yang berbeda namun tetap relevan bagi masyarakat.

Selain ide/ konsep yang menarik, seorang pelaku usaha harus sadar bahwa untuk dapat berhasil dalam menyampaikan ide/ konsep tersebut kepada masyarakat, maka menu yang disajikan juga harus selalu berkualitas dan konsisten. Maka untuk dapat mencapai hal tersebut diperlukan peralatan usaha yang mendukung yang disebut sebagai restaurant cooking equipment atau peralatan dapur restoran yang umumnya berbahan stainless steel.

Restaurant cooking equipment ini sendiri memiliki ukuran yang beragam menyesuaikan volume produksi yang diperlukan. Selain ukuran fungsi dan aplikasi nya juga beragam, mulai dari peralatan processing food, kompor, fryer, steamer, oven, freezer sampai peralatan pengemas. Berbeda dengan peralatan masak biasa, peralatan dapur restoran berbahan stainless steel ini umumnya dilengkapi dengan teknologi yang lebih canggih serta memiliki sistem pengaman yang terstandarisasi. Contohnya oven elektrik yang dilengkapi dengan pengatur suhu dan waktu secara digital, sehingga tidak seperti pada oven konvensional yang diperlukan monitoring secara berkala terhadap suhu dan waktu pemanasannya.

Lalu jika oven elektrik tersebut mengalami error sehingga berpotensi terjadi overheat maka sistem circuit breaker yang terdapat didalamnya akan secara otomatis mematikan semua kelistrikan untuk mencegah kebakaran yang tidak diinginkan. Berbeda dengan oven biasa, yang biasanya masih menggunakan teknologi yang serba manual sehingga untuk mencegah kebakaran diperlukan seseorang untuk melakukan monitoring secara berkala. Hal tersebut pun masih berpotensi terhadap human error, sehingga jelas jauh lebih aman jika bisnis yang semakin besar harus berani berinvestasi pada peralatan masak yang digunakan.

Dapat dibayangkan suatu kondisi yang sangat berbeda ketika pelaku usaha tidak berani berinvestasi pada peralatan masak yang digunakan, selain membahayakan bagi karyawannya, juga kualitas produk yang dihasilkan menjadi taruhannya disini. Khususnya jika usaha yang dijalankan mengandalkan konsistensi produk sebagai keunggulan yang dijual. Sebagai contoh, suatu produk bakery yang dijual  dengan keunggulan pada kerenyahannya. Maka untuk mendapatkan tingkat kerenyahan yang diinginkan, biasanya diperlukan waktu pengolahan adonan yang tepat dan waktu pemanasan dengan suhu yang tepat. Dengan menggunakan peralatan dapur restoran berbahan stainless steel yang tepat, seperti mixer otomatis dan oven listrik tentu kedua pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan mudah namun tetap mendapatkan hasil yang konsisten.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.