Penggunaan kursi rotan minimalis sebagai perabot rumah tangga

Kursi Rotan Sintetis Minimalis

Tanaman rotan merupakan tanaman merambat dari famili Palmae. Rotan tumbuh di daerah tanah berawa, tanah kering hingga pegunungan. Tanaman ini tumbuh berumpun dengan ketinggian berkisar antara 300-1000 meter dari permukaan laut (mdpl). Indonesia sendiri tercatat sebagai penghasil rotan terbanyak, bahkan hampir 70-80% pasokan rotan dunia berasal dari Indonesia. Wilayah di Indonesia yang menghasilkan banyak rotan diantaranya pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Papua.

Walaupun Indonesia merupakan pemasok rotan dunia terbanyak, kebutuhan akan rotan sendiri semakin lama semakin banyak hingga pasokan rotan yang ada masih tetap belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hingga orang mulai mengembangkan rotan dari bahan sintetis agar tidak terjadi kelangkaan terhadap rotan. Perabot yang dihasilkan dari rotan sintetis memiliki hasil yang mirip dengan rotan alami bahkan orang awam pada umumnya masih sulit membedakan keduanya.

Rotan sintetis memiliki harga yang cenderung lebih mahal dibanding rotan alami. Hal ini karena rotan sintetis lebih mudah dibentuk dibandingkan rotan alami, memiliki bobot yang lebih ringan, memiliki pilihan warna yang lebih beragam, serta lebih tahan terhadap pelapukan yang disebabkan karena terpapar air dalam jangka panjang.

Di beberapa cafe, restoran maupun perumahan asri yang membutuhkan sentuhan natural atau alami kita sering menjumpai kursi rotan sintetis minimalis yang ditempatkan di teras, balkon atau ruang terbuka. Pemilihan kursi dari rotan ini tak lain bertujuan untuk memberikan kesan asri dan natural. Bentuk kursi rotan yang digunakan pun berbeda-beda, ada yang dibentuk dengan siku yang kaku, ada yang dibuat oval dan banyak lengkungan serta bentuk lainnya. Bentuk kursi rotan minimalis ini dapat disesuaikan dengan desain interior serta fungsinya. Ada yang digunakan sebagai kursi makan, kursi santai, kursi teras dan lain sebagainya.

Pengolahan rotan menjadi kursi rotan minimalis ini melalui beberapa tahapan, yakni dimulai dari proses penggorengan kayu rotan, diikuti dengan pengeringan, lalu pelurusan, pemutihan hingga pengawetan kayu. Kelima hal tersebut harus dilakukan agar diperoleh bahan baku rotan yang kuat dan elastis. Baru kemudian lembaran kayu rotan yang sudah jadi dapat dianyam sesuai keinginan. Pada bagian yang kemungkinan akan menyangga beban yang lebih berat seperti alas pada kursi, anyaman dapat dibuat lebih rapat dibanding bagian lain.

Kursi rotan minimalis ini sendiri tidak melulu hanya terbuat dari rotan saja, tetapi dapat juga dibuat dari kombinasi bahan lain seperti kayu jenis lain, rangka plastik/ besi tanpa mengurangi dominasi kesan alami yang ingin ditawarkan. Disebut sebagai kursi rotan minimalis karena umumnya kursi ini dibuat dengan desain yang sederhana namun fungsional. Kursi ini dapat dibuat sebagai perabot utama atau perabot pelengkap seperti dibuat bersamaan dengan meja makan, meja ruang tamu dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.